Kuta Lombok, 21 Juli 2026. Dalam upaya mewujudkan tridarma perguruan tinggi serta meningkatkan taraf hidup dan keselamatan masyarakat, Universitas Mataram menjalin kolaborasi dengan Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FSTEM) Universitas Brawijaya, menggelar serangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2025 ini menyasar tiga lokasi strategis di Kabupaten Lombok Tengah, yakni kawasan Teluk Awang, Desa Mertak, dan Desa Kuta Mandalika.
Fokus utama dari kegiatan PkM kolaborasi ini adalah pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mitigasi bencana, pemantauan kualitas lingkungan, serta pengelolaan limbah berkelanjutan.
Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Pesisir Teluk Awang
Di kawasan Teluk Awang, program difokuskan pada penguatan mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir melalui dua agenda utama. Pertama, tim PkM mengimplementasikan sistem alarm peringatan dini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami.
Kedua, guna meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat setempat, tim memperkenalkan teknologi pengukur tinggi gelombang laut. Edukasi ini diharapkan dapat membantu nelayan dan masyarakat pesisir Desa Awang dalam membaca potensi bahaya serta mengambil langkah preventif yang tepat sebelum terjadinya bencana.
Penyerahan Bantuan Alat Pemantau Lingkungan di Desa Mertak
Bergerak ke Desa Mertak, tim dosen dan mahasiswa PkM berfokus pada analisis dan pemantauan kualitas lingkungan hidup. Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya memaparkan materi edukasi lingkungan, tetapi juga menghibahkan sejumlah teknologi inovatif kepada pemerintah desa setempat.
Alat-alat yang diserahkan meliputi Alat Pemantauan Penguatan Tanah, Alat Pendeteksi Kualitas Udara, dan Alat Pengukur Tingkat Kualitas Air Tanah. Bantuan ini ditujukan agar desa memiliki kemandirian dalam memantau kondisi alamnya secara real-time, sehingga dapat mencegah degradasi lingkungan yang memengaruhi kesehatan masyarakat maupun sektor pertanian.
Inovasi Daur Ulang Plastik di Desa Kuta Mandalika
Mengingat Kuta Mandalika merupakan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), pengelolaan sampah menjadi isu yang sangat krusial. Merespons hal tersebut, tim kolaborasi PkM menyelenggarakan kegiatan edukasi pengolahan limbah botol plastik berjenis Polyethylene Terephthalate (PET).
Kegiatan ini memperkenalkan penggunaan mesin bottle extruder kepada masyarakat dan pelaku wisata. Melalui teknologi ini, sampah botol plastik yang semula hanya menjadi limbah visual di kawasan wisata, dapat diolah kembali menjadi benang atau produk filamen plastik yang memiliki nilai ekonomis dan fungsional yang jauh lebih tinggi.
Melalui kolaborasi lintas universitas ini, diharapkan sinergi antara akademisi dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Pemanfaatan teknologi yang diberikan ditargetkan tidak hanya berhenti pada hari pelaksanaan, melainkan terus dirawat dan dioptimalkan secara mandiri oleh masyarakat Lombok Tengah untuk menciptakan desa yang tangguh bencana dan ramah lingkungan.